Ada yang hilang dan tersamarkan dari hati saat aku tau betapa sakitnya rasa itu…..
Saat aq tau betapa tega orang – orang yang berada didekat aku. Yang aku percaya bahwa mereka yang bisa aku jadikan tempat berlindung dan mengadu selain mama dan papa aku.
Sampai aku melupakan rasa sakit yang sangat dari penyakit aku. Yang aku rasakan saat ini lebih sakit dari itu. Betapa aku percaya persahabatan itu adalah keterbukaan atas semuanya yang dirasakan, tapi hal itu yang buat aku ngerasa tu kesalahan kedua aku setelah kepercayaan aku atas orang yang aku cintai.
Aku ngerasa sangat bodoh atas semua yang aku perbuat atas nama cinta itu. Aku ikhlaskan apa yang aku punya demi orang yang sangat membutakan aku atas cinta itu. Sampai aku lupa kalo aku bukan Cuma hidup buat hal itu aja, tapi aku hidup buat kebahagiaan orang yang emang paling penting dalam hidup aku(mama dan papa).
Aku terpuruk atas apa yang aku perbuat, aku berusaha tegar hanya ingin menutupi kerapuhan yang aku rasa. Aku semakin hilang dalam kehidupan nyata aku, aku Cuma bisa menjalani semua Cuma buat mama dan papa aku. Aku berharap dengan ini aku bisa menebus kesalahan yang banyak yang aku lakukan. Tapi aku sadar aku tidak bisa lari,menghindar dari yang emang harus aku lakukan. Tapi aku Cuma manusia yang bisa jadi sangat rapuh.
Aku semakin menyesal atas dia. Orang yang aku rasa benar- benar bisa jadi panutan aku, bisa jadi kebanggaan aku tapi dia lebih bisa buat aku masuk kedalam jurang penyesalan yang paling dalam tanpa memberi tau cara aku naik untuk memperbaikinya.
Seandainya aku dulu bisa memilih, aku berharap tak pernah dikenalkan dengan dia. Tapi aku tidak bisa…. Aku telah masuk dalam cerita yang telah aku jalani dan itu menyakitkan. Awal yang aku banggakan, awal yang aku yakini atas sikap dan perlakuannya ternyata tak seindah dari fikiran ku.
Aku sadar, aku salah…. Tapi apa harus begitu??? Kenapa saat aku yakin dan tidak berusaha lepas lagi malah dia melepaskan aku tanpa sadar apa yang dia lakukan sangat menyakitkan ku????
Aku berusaha buat melupakan segalanya. Tapi semakin aku melupakan nya, semakin sakit yang aku rasakan. Perusakan yang dilakukan, apa itu yang emang pantas aku dapatkan atas ketulusan aku terhadapnya???? Begitu kah dia menilai aku??? Sehina itu kah aku dimatanya???
Aku tau mungkin aku tak sesempurna dari sosok yang pernah dia idamkan. Tapi apakah aku tak pantas untuk mengisi kekosongan itu??? Aku Cuma berusaha buat mengisi bukan menghilangkan sosok itu. Sedikit pun aku tidak bermaksud buat ngerubah hati dan perasaannya??? Aku masuk Cuma ingin memperbaiki kekeliruannya. Aku tau kesalahannya dimasa lalu buat dia hidup dalam beban tapi apa itu tidak bisa di perbaiki??? Cuma untuk membuatnya lebih baek. Tapi Semakin aku mempertahankan dia aku semakin tak berarah tapi aku tak menyadari apa yang aku lakukan????
Begitu tega dia melakukannya. Tak menyesal sedikit pun. Tak belajar dari kesalahan yang pernah dia perbuat??? Tak merasakan buruk nya dampak itu???
Khilaf…. Kata itu yang buat dia tak menyadari sedikit pun kesalahannya. Semakin membencinya, semakin ingin melupakannya tapi semakin aku terpuruk dalam itu. Aku bodoh……L
Kakak yang aku sangka benar-benar pengen jadi sandaran aku ternyata Cuma seorang penjahat. Yang pengen sesuatu hal dari aku. Bukan tulus buat aku menjadi lebih baek. Aku bener- benar polos dan aku semakin jatuh tanpa bisa berdiri lagi.
Disaat aku berusaha terus melupakannya dan bangkit, sahabat aku menjatuhkan balok besar keatas kepala ku sampai aku tak bisa bangkit lagi. Orang yang sangat aku percaya atas semuanya semakin membuatku menyedihkan. Sampai aku ngerasa sahabat itu tidak kan ada lagi dalam hidup ku…. Ketidakpercayaan aku terhadap sahabat itu aku tanamkan dalam-dalam dihidupku.
Orang – orang terdekat bahkan sangat dekat malah bikin aku terlantar dan tak bisa bangkit. Tanpa tau kalo sikap kalian buat aku ingin mati dari pada hidup.
Aku emang egois, tidak berjiwa besar seperti apa yang kalian inginkan tapi apa kalian sadar??? kalian tidak merasakan yang aku rasakan. Kalian hanya berkomentar, membuat aku dalam hal ini paling salah???paling bodoh??? Padahal kalo kalian dihadapkan dengan yang aku rasakan kalian belum tentu sanggup. Kalian ngerasa kalian dewasa tapi kalian tidak bisa jadi penengah. Kalian Cuma bisa membela yang kalian sangka benar tanpa tau disatu sisi lain ada hal yang juga mesti difikirkan???
Aku bukan menyalahkan??? Aku juga tidak merasa benar tapi apa aku salah besar hanya ingin kalian tau keadaanku???
Aku Cuma heran dan bingung dulu aku pernah melakukan hal yang sama tapi aku dibuat benar- benar bersalah tanpa kalian mau tau apa yang juga aku rasa kan saat itu. Tapi sekarang aku salah saat aku menanyakan itu??? Aku tak peduli apa yang terjadi yang aku pedulikan dimana kalian Saat aku ingin menanyakan itu?? Dimana kalian yang saat aku tak bisa bangkit lagi??? N kenapa kalian membenarkan hal itu????
Mungkin aku terlalu bodoh untuk itu sampai aku mengubur akal sehat ku atas perlakuan kalian. Wajar aku menginginkan kalian hilang dalam kehidupan aku?? Sulit buat ku memaafkan kalian. Jauh dari penyesalan aku mengenal kalian. Tapi aku berusaha sebaik mungkin untuk jadi pemaaf n ikhlas karena dengan itu aku bisa menghilangkan beban berat yang kalian jatuhkan dikepala ku. Berusaha bangkit Cuma ingin membuktikan kepada kalian aku gx seburuk yang kalian fikirkan.
Kalian hebat dalam sandiwara besar kalian. Disaat aku terpuruk dan benar-benar butuh sandaran kalian datang kan orang itu. Yang hanya ingin bermain- main atas aku. Yang hanya ingin mengalihkan aku. Yang hanya ingin membuat aku sedikit bahagia dan kemudian kalian masukan lagi aku dalam jurang itu. Aku berusaha untuk tak percaya ma sapapun sampai akhir nya kalian tertawa melihat aku terpuruk dalam sandiwara kalian. Kejam, tu kata yang pantas buat kalian. Kalian buat aku mengingkari hal yang pernah aku ucapan kan???tanpa kalian tau dampak besar dari kelakuan kalian.
Aku sibuk dalam menata kehidupan aku lagi tapi kalian tertawa melihat aku jatuh kembali. Begitu tega kalian, sampai akhirnya aku mengatakan aku sangat membenci kalian. Dan aku tak kan mau kenal kalian lagi.
Bukan aku yang ingin kan hal itu tapi kalian yang buat aku ngerasa kalian tak bisa aku jadikan orang terdekat aku. Kalian pengen aku jadi pemaaf dan ikhlas tapi apa kalian tak berusaha buat juga dimaafkan oleh aku.
Aku tau aku bukan tuhan yang bisa menghakimi kalian, tapi aku juga bukan malaikat yang bisa langsung memaafkan. Aku hanya manusia biasa yang perlu waktu buat melakukan itu. Aku percaya tuhan akan bikin aku lebih baek tanpa harus kenal kalian. Aku percaya tuhan tau keadaan aku.
Dari semua perlakuan kalian aku sadar jangan pernah masuk dalam kelompok orang yang dulu sangat ingin dikenal n menjadi bagian dari mereka karena kelompok itu belum tentu membawa dampak baek. Tapi berusaha lah dekat terhadap semua orang karena orang yang peduli itu bisa menilai kita tanpa harus jadi bagiannya.
Makasih ya ALLAH SWT selalu ada disetiap langkah aku sehingga aku bisa jadi lebih baek lagi. Makasih mama n papa aku yang selalu tau keadaan aku tanpa aku harus cerita makasih juga buat teman kampus ku yang jadi penyemangat aq dalam langkah ku menjalankan kewajiban aku sebagai mahasiswa, n teman- teman yang benar – benar care ngasih penyemangat aku disetiap aku mengeluh…