Terus berjalan
tanpa henti untuk meninggalkan yang terjadi saat ini. Dalam pikiran hanya ada kalimat
“aku harus bisa menerima ini”. Berjalan truz dengan tetesan air mata yang semakin
jauh, tetesan itu semakin banyak. Tak tau harus bagaimana? Tak tau harus
berbuat apa? Kecewa sudah pasti tapi apa yang aku kecewakan aku pun tak
mengerti.
Aku hanya
mampu terus berjalan tak ingin sekalipun menoleh kebelakang. Tapi hati berkata
lain aku masih ingin melihat sosok itu. Sosok yang benar-benar merubah pola
fikirku tapi juga menyakitiku. Tak kala teringat dengan kejadian itu aku
membencinya tapi tak mampu untuk membencinya.
Mencoba untuk
bersikap biasa kala bertemu dengan sosok itu. Diam yang hanya bisa aku sajikan
dihadapan dia setiap pertemuan itu terjadi lagi. Tak mau jadi lemah dihadapan
sosok itu hanya karena tersakit olehnya. dia mungkin tak menyadari yang
terjadi.
Dan sekarang
Semakin jelas terlihat jarak dengan sosok itu. Pembatasan diri truz terjadi. Ini
karena tak ingin saling menyakiti atau perlahan ingin menjauh?? Jawaban nya ada
disosok itu. Sosok itu semakin kaku dan membuat aku semakin tak ingin
menganggunya lagi. Sedikitpun tak berani untuk sekedar menyapanya. Sungguh benar-benar
mencoba untuk mencari jarak aman. Tak tau hanya perasaanku saja atau dia merasakan
nya juga?
Andai semua
itu lumrah dilakukan, akan aku sampaikan semua keluh kesah ini. Tapi aku tak
mampu untuk melakukannya. Terlalu berani untuk melakukan itu dan itu mungkin
akan semakin memberi jarak yang sangat jauh. Aku tidak menginginkan itu. Aku masih
ingin melihatnya sosok itu, senyum itu walaupun secara diam-diam.
Sosok itu yang
aku yakini memberikan dampak baek pada ku. Walupun pada akhirnya membuatku
selalu meneteskan air mata. Tapi aku tak sedikitpun menyesal walaupun aku hanya
bisa mengenangnya dan melihatnya dari kejauhan.

Kadang Tuhan menyisipkan beberapa orang kedalam hari-harimu dan menjadikannya spesial di hidupmu untuk mengajarimu hal-hal penting dalam hidup. Itu tindakan Tuhan yang menginginkan kamu bergeser dari tempat awalmu ke tempat yg lebih baik, bukan tindakan dari individu yg dipakai Tuhan tadi. Berterima kasihlah pada Tuhan yg sayang dan peduli padamu. Individu2 itu hanya kapur tulis Tuhan.. :)
BalasHapusair mata yang kamu teteskan tidak akan sia sia..sosok itu akan menghapus airmatamu kelak, di saat sudah sah, allah tidak pernah menghadirkan beberapa sosok tanpa ada maksud tertentu..yakinlah allah sayang sama kita..anggap semuanya pembelajaran dan sia2 itu tidak ada..
BalasHapus